Keraton — lengkapnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat — adalah istana para sultan Yogyakarta. Keraton didirikan Pangeran Mangkubumi, yang menjadi Sultan Hamengkubuwono I setelah Perjanjian Giyanti membagi kerajaan Mataram pada 1755. Sultan masih tinggal di sini; beliau juga menjabat gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Istana ini adalah kota bertembok di dalam kota. Bagian yang terbuka bagi pengunjung berupa rangkaian pelataran berpasir dan bangsal terbuka (pendopo) bertiang keemasan, ditambah ruang museum berisi kereta kerajaan, potret, batik, dan hadiah dari istana-istana asing. Para abdi dalem sepuh, berbusana batik dan berkeris, masih menjalankan tugas mereka.
Yang bisa dilihat dan dilakukan: Keraton Yogyakarta
Kunjungi istana utama
Pintu masuk utama (Kedhaton) berada di sisi barat di Regol Keben. Di dalamnya ada Bangsal Kencana, bangsal emas, dan museum yang dipersembahkan bagi Sultan Hamengkubuwono IX.
Lihat bangsal depan
Pagelaran dan Siti Hinggil, yang menghadap alun-alun utara, bertiket terpisah dan memperlihatkan balai upacara serta pajangan busana keraton.
Saksikan pertunjukan
Pada banyak pagi ada musik gamelan, tembang Jawa, wayang, atau tari klasik di salah satu bangsal. Acaranya berbeda tiap hari.
Datang bersama pemandu
Simbol-simbolnya mudah terlewat bila sendiri. Pemandu keraton tersedia di pintu masuk, atau pesan tur Keraton dan Taman Sari.
Cara menuju Keraton Yogyakarta
- Dari Malioboro: teruskan ke selatan dari Titik Nol melintasi Alun-Alun Utara; pintu masuk pengunjung berjarak 10–20 menit jalan kaki dari perempatan.
- Naik becak atau andong: cara tradisional untuk tiba dari Malioboro. Sepakati ongkos lebih dulu.
Tips orang dalam
- Keraton hanya buka pagi, kira-kira pukul 08.30 hingga awal siang, dan tutup pada hari Senin serta saat upacara keraton. Tibalah sebelum pukul 11.00.
- Berpakaianlah sopan: bahu dan lutut tertutup. Topi dan kacamata hitam dilepas di dalam.
- Ada dua area bertiket terpisah; pengemudi kadang menurunkan Anda di area yang lebih kecil. Mintalah diantar ke “Keraton, pintu Keben”.
- Mungkin ada biaya kecil untuk kamera.
Tur & tiket terbaik untuk Keraton Yogyakarta
Pengalaman berperingkat tinggi berikut adalah cara mudah menikmati Keraton Yogyakarta dari penginapan di sekitar Malioboro:
Tur jalan kaki berpemandu mulai $16 Yogyakarta: Tur Berpemandu Keraton dan Taman Sari
Jalan kaki berpemandu di dua objek kerajaan di selatan Malioboro: Keraton, tempat Sultan Yogyakarta masih tinggal, dan Taman Sari, taman peristirahatan abad ke-18 dengan kolam pemandian dan terowongannya. Keduanya jauh lebih berkesan bila ada yang menjelaskan apa yang Anda lihat. Tiket masuk mungkin dibayar terpisah — periksa opsi yang Anda pilih.
- Keraton, istana Sultan yang masih dihuni
- Kolam dan lorong bawah tanah Taman Sari
- Pemandu yang menjelaskan kehidupan dan simbol keraton
Tur becak mulai $21 Yogyakarta: Tur Heritage Naik Becak
Keliling objek heritage setengah hari dengan becak, dengan rute dan harga yang disepakati sebelum berangkat — sehingga tak perlu menawar dan tak ada mampir ke toko yang tidak diinginkan, seperti yang kadang terjadi bila naik becak dari pinggir jalan. Ulasannya masih sedikit, jadi baca yang terbaru.
- Melihat kota lama dari jok becak
- Harga ditetapkan di muka — tanpa tawar-menawar
- Produk baru dengan sedikit ulasan
Tur jalan kaki mulai $9 Yogyakarta: Tur Jalan Kaki Pengenalan Kota 2 Jam
Pengenalan ringkas kota dengan berjalan kaki: dua jam bersama pemandu lokal yang membahas latar belakang yang Anda perlukan — kesultanan, tata letak kota lama, dan cara berkeliling — sebelum menjelajah sendiri. Salah satu pengalaman berpemandu termurah di Yogyakarta dan berulasan baik.
- Tur orientasi singkat dan murah
- Sejarah dan keseharian dijelaskan warga lokal
- Mudah diselipkan pada hari kedatangan



